Wahai Orangtua, Jangan Bully Anakmu Sendiri…!

- Team

Wednesday, 3 January 2024 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jangan membully anak sendiri dengan alasan lucu dan gemes. Foto : Lintang Ayu/Flickr.com

Jangan membully anak sendiri dengan alasan lucu dan gemes. Foto : Lintang Ayu/Flickr.com

INFOLAMPUNG – Ada kebiasaan aneh yang sering terjadi dalam mengurus anak. Mereka yang suka sama anak-anak sering kali melakukan bully atau mengganggu si anak sampai nangis.

Alasannya absurd banget. Katanya karena gemes, karena lucu. Padahal perbuatan bully jelas nggak baik buat perkembangan mental si anak.

Sayangnya, tindakan seperti itu justru seringkali dilakukan sama orang-orang terdekat, yang masih dari lingkungan keluarga. Atau yang lebih parah, dilakukan oleh orangtuanya sendiri.

Nah, disini aku mau berbagi cerita. Pengalaman pribadi waktu aku masih balita sampai masuk TK. Kami tinggal di Pelabuhan Perikanan di Kota Sibolga.

Di sana pelabuhan ikan disebutnya Tangkahan. Ibuku buka usaha makanan, bapakku jadi satpamnya.

Saat itu setiap hari warung makan dipenuhi banyak pekerja untuk makan, ngopi, ngerokok atau sekadar nongkrong. Nah, di masa kecil ini aku mengalami bully hampir setiap hari.

Pelaku siapa? ya para pekerja yang lagi nongkrong itu. Setiap hari aku di-bully sampai nangis. Aku berusaha melawan, tapi gak bisa karena masih kecil.

Jadinya bentuk perlawanan terakhir ku adalah mengambil berbagai benda dari dapur untuk mencoba memukul para pelaku. Kadang balok kayu, kadang pisau atau parang.

Tapi mereka malah semakin kuat membullly. Mereka sambil lari-lari dan tertawa melihat ku yang mencoba melawan. Sementara aku makin sakit hati dan menangis karena tak bisa berbuat apa-apa.

Yang paling bodohnya apa? tindakan itu dibiarkan oleh semua keluarga ku. Baik itu ibu, kakak-kakak dan abang-abang ku. Sesekali mereka malah ikut menertawakan ku saat aku sudah mengamuk!

Itu kejadian belasan tahun lalu. Kemudian saat aku sudah dewasa, aku pernah ngobrol ngidul sama ibu ku. Sampai akhirnya topik pembicaraan kami tentang kejadian bully yang ku alami saat masih kecil.

Aku bertanya, kenapa ibu membiarkan aku diganggu sama orang-orang itu? Kenapa ibu malah ikut ketawa dan nggak melarang mereka?

Dengan agak heran, ibu ku menjawab, “Lho, ibu kira kamu malah senang main-main sama mereka. Ibu nggak tahu kalau kau benar-benar marah,” kira-kira begitulah dijawab ibu dengan bahasa Batak.

Intinya ibu ku sendiri nggak tahu sama sekali tentang perasaan ku saat itu. Jadi aku jelasin, bahwa saat itu sebenarnya aku sangat-sangat marah. Tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa dan.

Dampak buruknya adalah perkembangan mental. Waktu itu aku jadi tidak begitu dekat dengan semua anggota keluargaku. Di masa pertumbuhan itu, aku jadi anak yang suka menyendiri dan ‘bermain’ dengan alam pikiran ku saja.

Selain itu, aku tumbuh jadi anak yang sangat pemarah. Tapi itu dulu waktu kecil, kalau sekarang udah nggak kok.

Hal lain tentunya bully membuat anak tidak percaya diri. Merasa rendah diri dan penakut. Mungkin masih banyak lagi hal negatifnya yang bisa timbul. Namun untuk lebih jelasnya, biar yang ahli bidangnya yang ngasih penjelasan detail.

Balik ke topik. Tindakan yang sengaja membuat anak-anak menangis dengan alasan dia lucu dan menggemaskan jelas nggak bisa diterima. Terutama bagi orang tua si anak.

Kebetulan aku udah punya anak satu. Masih satu setengah tahun umurnya. Maka aku selalu menyampaikan kepada lingkup keluarga ku, agar tidak (lagi) melakukan bully.

Aku nggak mau apa yang ku alami waktu kecil dulu, terjadi lagi sama anak ku. Karena si anak itu nggak bakal tahu bahwa tindakan mengganggu yang kita lakukan itu atas dasar sayang.

Yang dia tahu, kalau kita sering membuat dia menangis, berarti di matanya kita adalah orang jahat. Sesimpel itu. ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sudah Saatnya Porwanas Kembali ke Khittah
Infolampung.id Melangkah Pasti
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 20 April 2026 - 04:41 WIB

Sinergi TNI AD dan BBWS Mesuji Sekampung: Operasi Bersih Gulma di Bendungan Way Rarem Dimulai Demi Ketahanan Pangan

Saturday, 18 April 2026 - 13:12 WIB

Pemkot Bandar Lampung dan TNI Percepat Normalisasi Sungai Usai Banjir Jagabaya

Friday, 17 April 2026 - 07:22 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandar Lampung Gelar Aksi Bersih Drainase Serentak di 126 Kelurahan

Thursday, 16 April 2026 - 12:55 WIB

Prioritaskan Keselamatan Masyarakat, Pemkot Bandar Lampung Ambil Alih Normalisasi Sungai Tanjung Senang

Thursday, 16 April 2026 - 11:02 WIB

Wali Kota Eva Dwiana Instruksikan Gerak Serentak Temukan dan Tuntaskan Kasus TBC di Bandar Lampung

Wednesday, 15 April 2026 - 07:27 WIB

Di Tengah Hujan Deras, Bunda Eva Temui Keluarga Korban Banjir di Garuntang dan Berikan Bantuan

Tuesday, 14 April 2026 - 18:34 WIB

Walikota Eva Dwiana Dorong Bandar Lampung Jadi Percontohan Penanggulangan TB Nasional

Tuesday, 14 April 2026 - 18:30 WIB

Tanggap Bencana, Walikota Eva Dwiana Pimpin Langsung Penanganan di Sejumlah Titik

Berita Terbaru